Showing posts with label Cerpen. Show all posts

Oleh: Megumi Cheiri Seharusnya asrama menjadi tempat berkumpulnya orang-orang dari keluarga baik-baik dan memperoleh didikan yang baik...

Oleh: Megumi Cheiri

Seharusnya asrama menjadi tempat berkumpulnya orang-orang dari keluarga baik-baik dan memperoleh didikan yang baik juga. Setidaknya mereka masih tahu aturan dan hati nurani, kalaupun tidak benar-benar baik. Tidak pernah sekalipun aku menyangka akan ada hal-hal semacam pencurian di dalam asrama. Persis seperti kejadian akhir-akhir ini.
 Aku bahkan sama sekali tidak percaya ia akan menipuku seperti ini. Entah aku yang terlalu naif atau malah bodoh, aku tidak menyangka aku telah mempercayai orang yang salah. Benar-benar salah. Aku tahu, aku harus mati-matian belajar untuk mengejar materi. Tapi sekali lagi aku tekankan, aku benar-benar merasa bodoh karena bisa-bisanya ditipu.

Kriiinggg Kriiinnggg Kringggg....!!!!!!!!!!                 “Ayo bangun semua! Tidak ada malas-malasan hari ini! Satu, Dua...”        ...

Kriiinggg Kriiinnggg Kringggg....!!!!!!!!!!
                “Ayo bangun semua! Tidak ada malas-malasan hari ini! Satu, Dua...”
                Ardisia Crenata Pradita, seorang anak biasa. Tidak ada yang spesial dalam dirinya. Dengan langkah sempoyongan, dengan segera ,Dita, begitu ia akrab disapa, berjalan menuju ke kamar mandi nomor 13, tepat di ujung lorong gedung B Panti Asuhan St.Laurentia.
                “Memang kamu yakin, ujian kali ini dapat bagus? Aku gak yakin!” Kata Karina dengan nada sinis Karina adalah salah seorang anak panti lain, yang selalu iri dengan kemampuan Dita sehingga mendapat beasiswa di SMP Taruna Kasih, sekolah yang cukup terpandang di kota itu.
                “Terserah kamulah. Aku capek mendengar kata-kata yang selalu sama setiap hari darimu itu!”